PROBOLINGGO – Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Probolinggo pada Jumat (30/1) sore menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan mengganggu kelancaran lalu lintas di beberapa titik.
Petugas kebencanaan bersama warga harus turun tangan mengevakuasi batang dan ranting pohon yang roboh agar akses jalan kembali dapat dilalui.
Dampak cuaca ekstrem ini tidak hanya terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo, tetapi juga dirasakan di Kota Probolinggo. Puluhan pohon tumbang di berbagai ruas jalan, bahkan sebagian di antaranya menimpa bangunan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo, Boedi Harjanto, menyampaikan bahwa hujan deras dan angin kencang menjadi penyebab utama tumbangnya pohon di sejumlah lokasi, antara lain di Jalan Jeruk, Jalan KH Mansyur, empat pohon di Jalan Mastrip, dua pohon di Jalan Anggur, Jalan Lumajang, Jalan Prof Hamka, dua pohon di Jalan Kedondong, Jalan Kerinci, Jalan Maramis, Jalan Sirsak, dan Jalan Delima.
“Akibat kejadian ini, satu rumah mengalami kerusakan sedang karena tertimpa pohon di Kelurahan Kareng Lor, satu pagar rumah rusak sedang di Kelurahan Kedopok, serta taman SDN Wonoasih 2 juga mengalami kerusakan sedang,” jelasnya.
Salah satu warga terdampak, Juma’ati (38), menuturkan bahwa pohon mangga di depan rumahnya tiba-tiba roboh sekitar pukul 15.30 WIB. Pohon tersebut tumbang ke arah utara hingga mengenai bagian genting rumahnya.
“Waktu itu anginnya memang kencang. Pohonnya langsung tumbang, untung tidak sampai menimpa rumah atau orang. Hanya beberapa genting yang rusak, kerugiannya sekitar Rp 500 ribu,” ujarnya.
Hal serupa dialami Saman (65), pemilik bengkel yang mengaku terkejut saat pohon di depan tempat usahanya roboh sekitar pukul 14.00 WIB. Beruntung, arah tumbangnya ke samping sehingga tidak mengenai bangunan bengkelnya.
“Kalau tumbangnya ke depan, pasti kena bengkel,” katanya.
Saman berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo dapat memangkas pohon-pohon di tepi jalan yang dinilai terlalu tinggi dan rimbun, khususnya di depan bengkelnya. “Kalau hujan angin lagi, bisa roboh dan membahayakan rumah serta bengkel saya,” ucapnya.
Di Kabupaten Probolinggo, petugas Satpol PP, pemadam kebakaran, dan BPBD juga melakukan evakuasi pohon tumbang sejak sore hingga malam hari. Penanganan difokuskan di Kecamatan Dringu dan Desa Boto, Kecamatan Lumbang.
“Ada lima pohon tumbang yang kami tangani, masing-masing di Kecamatan Dringu dan Desa Boto, Kecamatan Lumbang,” kata Taufik Alami dari BPBD Kabupaten Probolinggo.
Ia menambahkan, pohon-pohon tersebut roboh ke badan jalan sehingga sempat memicu kemacetan. Di wilayah Dringu, antrean kendaraan mencapai sekitar 200 meter ke arah timur dan barat selama kurang lebih 10 menit.
“Penanganan lalu lintas juga dibantu oleh Satlantas Polres Probolinggo,” jelasnya.
Proses evakuasi melibatkan sekitar 17 personel gabungan dengan dukungan empat unit chainsaw. “Pemotongan dilakukan dengan cepat, lalu kayu dipindahkan ke tepi jalan agar arus lalu lintas kembali normal,” ujarnya.
Selain pohon tumbang, hujan deras juga menyebabkan genangan air di sejumlah wilayah. Di Dusun Bibis, Desa Lemahkembar, Kecamatan Sumberasih, sempat terjadi genangan namun berangsur surut sekitar satu jam setelah hujan reda.
Sementara itu, kondisi lebih parah terjadi di Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih. Selain genangan banjir, jembatan darurat berbahan bambu yang menghubungkan Dusun Beji dan Banjar Utara dilaporkan putus dan hanyut terbawa arus.