Kiprah kader Komisariat Universitas Nurul Jadid (PK PMII Nurul Jadid) kembali menegaskan eksistensinya di level wilayah. Enam kader terbaik resmi dilantik dalam jajaran kepengurusan Pengurus Koordinator Cabang PMII Jawa Timur masa khidmat 2025–2027 dalam forum pelantikan yang digelar di Asrama Haji Surabaya, Sabtu (14/2/2026).
Forum tersebut dihadiri kader dari berbagai cabang dan komisariat se-Jawa Timur. Momentum ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus penegasan arah gerakan ke depan, terutama dalam merespons dinamika sosial, politik, dan kebijakan publik di tingkat regional.
Adapun enam kader yang kini mengemban amanah di PKC PMII Jatim yakni Abdur Rozak sebagai Sekretaris Umum, Abdur Rahmad di Bidang Aparatur dan Penataan Organisasi, Badrul Nurul Hisyam di Bidang Kaderisasi, Ahmad Syaifuddin di Bidang Politik, Kebijakan Publik, dan Ketahanan Regional, Ahmad Rifa'i di Bidang Lingkungan Hidup dan Agraria/Ketahanan Pangan, serta Arina Rosada Nuriyah M sebagai Anggota Bidang Kaderisasi Kopri PKC PMII Jatim.
Abdur Rozak, yang sebelumnya menjabat Ketua Komisariat PK PMII Nurul Jadid 2020-2021 dan Ketua PC PMII Probolinggo periode 2024–2025 dan kini dipercaya sebagai Sekretaris Umum PKC PMII Jawa Timur, menegaskan bahwa amanah di tingkat wilayah harus dijawab dengan kerja nyata dan konsistensi gerakan.
“Masuknya kader Nurul Jadid ke struktur PKC bukan untuk memperbanyak jabatan, tetapi memperluas medan pengabdian. Kita ingin memastikan gagasan yang lahir dari ruang-ruang komisariat bisa naik kelas menjadi kebijakan dan gerakan yang berdampak di tingkat Jawa Timur,” tegas Abdur Rozak.
Ia menambahkan, tantangan kader hari ini bukan hanya menjaga militansi, tetapi juga memperkuat kapasitas intelektual dan keberpihakan sosial.
“Wilayah adalah ruang strategis. Di sinilah kader diuji, apakah mampu menjaga idealisme sekaligus menghadirkan solusi atas persoalan kaderisasi, lingkungan, politik, hingga ketahanan pangan. Jabatan harus diterjemahkan menjadi kerja kolektif yang terukur,” ujarnya.
Rozak juga menekankan pentingnya sinergi antara komisariat dan wilayah agar gerakan tetap berpijak pada kebutuhan kader dan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan struktur wilayah tidak bisa dilepaskan dari kekuatan basis kaderisasi di tingkat bawah.
Pelantikan ini menjadi penanda bahwa proses kaderisasi di PK PMII Nurul Jadid terus bergerak progresif. Kini, tantangannya adalah memastikan kepercayaan tersebut berbanding lurus dengan integritas, kapasitas, dan kontribusi nyata dalam dinamika gerakan PMII Jawa Timur.